RATU SINOPSIS TV
loading...
Sinopsis Chandra Nandini Episode 60 Sinopsis Sebelumnya
Chandra memeluk Nandini dan mengatakan akan selalu bersamanya dan Chandra meminta Nandini untuk tidak meninggalkannya lagi. Nandini berusaha melarikan diri dan keluar menabrak Bindusara yang hendak masuk kamar Chandra. Chandra mengatakan kalau dia adalah Nandini. Bindusara menyuruh Prabha pergi. Chandra mengejar tapi Bindusara menghentikannya dan mengatakan kalau Nandini sudah tiada. Chandra bersikeras agar Bindusara memeriksa wanita tadi. Lalu Bindusara berjalan keluar memanggil wanita yang dianggap Chandra sebagai Nandini. Chandra bergegas mengikuti Bindusara. Bindusara menghampiri seorang wanita dan memanggil pelayan agar membuka penutup wajahnya. Pelayan membukanya dan Bindusara bertanya pada ayahnya apakah dia memang Nandini yang di maksud. Chandra melihat kalau wanita itu bukan Nandini. Chandra meminta maaf dan beranjak pergi. Diam2 dari atas balkon atas Dharma dan Nandini memperhatikan mereka dan Dharma bersyukur dirinya datang tepat waktu dan bisa menukar pakaian ibunya dengan wanita tadi.
Sinopsis Chandra Nandini
Sinopsis Chandra Nandini
Bindusara mengomeli ayahnya di kamar dan menyadarkan sang ayah kalau Nandini terjatuh dari tebing dan sudah tiada. Dharma dan Nandini memperhatikan dari luar kamar. Chandra pun membentak Bindusara untuk tidak lagi mengucapkan kata2 yang menentang keberadaan Nandini. Dharma mengatakan pada Nandini kalau Chandra benar2 kehilangan cintanya atas kematian istrinya. Chandra mengusir Bindusara keluar kamar. Dharma dan Nandini pun beranjak pergi tapi kemudian saat berjalan di koridor seorang prajurit memanggil Dharma dan mengatakan kalau Charumitra memanggilnya.
Sinopsis
Bindusara tengah melatih diri. Justin mengajaknya minum. Bindusara menatapnya dan Justin pun terdiam. Di luar kamar Charumitra dan Chitralekha mengintai. Justin melihat mereka dan melarang mereka masuk. Charu dan Chitra pun bersembunyi di balik pintu. Justin kembali berbicara pada Bindusara kalau dia tengah marah pada Chandra yang sedang tidak sadar.
Bhadraketu menghentikan ucapan Justin dan mengatakan kalau Chandra sedang jatuh cinta pada wanita yang hebat dalam segala hal. Bindusara menghentikan latihannya dan berjalan menghampiri
Bhadraketu lalu mengatakan kalau Nandini sudah menghancurkan ayah dan ibunya dan kini ayahnya jatuh cinta pada wanita yang sudah meninggal. Charumitra memberi tanda pada Justin dan Justin diam2 beranjak keluar kamar.
Di kamarnya, Nandini berbaring dan teringat saat Chandra menarik tangannya dan memeluknya. Nandini terbangun dan mengatakan kalau semua itu tidaklah benar tapi dirinya akan menemukan kebenarannya. Lalu Nandini berjalan perlahan menuju jendela kamar dan teringat ucapan Chandra. Nandini pun meneteskan airmata. Chandra sendiri menatap jendela dan terlihat petir bersambaran. Chandra teringat kembali kenangannya bersama Nandini lalu Chandra mendengar gemerincing gelang kaki dan berjalan untuk melihatnya. Nandini sendiri bergerak mengambil diya dan menatap dirinya di cermin.
Chandra tidak melihat siapapun tapi gemerincing gelang kaki tadi kembali terdengar dan Chandra pun melihat gelang kaki yang terjatuh dan tertiup angin. Chandra memungutnya dan memikirkan sesuatu. Sementara Nandini menatap cermin dan menghapus airmata yang tanpa disadari jatuh di pipinya. Nandini pun bergumam mengapa dirinya bisa merasakan kesakitan yang di derita Chandra dan mengapa semua sentuhannya terasa tidak asing baginya lalu Nandini mendengar suara Chandra berteriak memanggil pelayan. Nandini dengan segera menutup jendela kamarnya dan bergumam kalau semua ini tidak benar karena dirinya sudah menikah dan tidak boleh memikirkan lelaki lain tapi saat dirinya menjauh jendelanya kembali terbuka dan Nandini melihat dengan jelas bulan di atas sana. Pelayan menemui Chandra tapi Chandra bingung dan hanya menatap gelang kaki yang ditemukannya kemudian menyuruh pelayannya pergi.
Justin keluar menemui Charumitra dan Chitralekha lalu Charumitra bertanya mengapa Bindusara terlihat marah. Justin menjawab karena ayahnya dan melarang Charumitra berbicara dengan Bindusara. Charumitra bersikeras inin berbicara dengan Bindusara tapi Chitralekha melarang karena Bindusara sedang dalam emosi. Justin kemudian kembali ke dalam kamar dan Bhadraketu yang keluar dan berbicara pada Chitralekha untuk membiarkan Charumitra masuk karena dia harus mempunyai ide untuk meredakan kemarahan Bindusara. Charumitra masuk ke dalam dan Bhadraketu berbicara dengan Chitralekha mengenai Chandra.
Justin menghampiri Charumitra yang masuk ke dalam dan berbicara dengannya. Charumitra kemudian menghampiri Bindusara dan Bindusara dengan emosi mengatakan kalau dirinya tidak mau berbicara dengan siapapun. Charumitra memegang bahu Bindusara dan memintanya tenang tapi Bindusara membentaknya.
Dharma yang hendak membawa minuman ke dalam terkejut dan memperhatikan mereka dari luar kamar. Bindusara terus membentak Charumitra dan berkata kalau dirinya tidak butuh berbicara dengan siapapun dan tidak akan menikah dengan siapapun. Bindusara pun mengusir Charumitra keluar. Charumitra pun berkata kalau dia sangat egois. Dharma berpikir betapa kasarnya Bindusara dan tidak bisa di percaya kalau dia putra Raja Chandra. Kartikay keluar dan bertanya pada Dharma apa yang sedang dilakukannya. Dharma menjawab kalau dirinya mengantarkan gelas lalu meletakkan nampan minumannya di luar dan beranjak pergi. Kartikay mengejarnya dan mengobrol dengannya. Kartikay bertanya mengapa dia terlihat emosi. Dharma menjawab kalau dirinya tidak suka melihat sikap Bindusara pada Charumitra. Dharma membandingkan sikap Chandra dan Bindusara. Kartikay pun bertanya pada Dharma apakah dia ingin mendapat suami seperti Raja. Dharma pun mengiyakan. Kartikay lalu bertanya mengapa dia meninggalkan Champa. Dharma menceritakan semuanya dan Kartikay kagum karena Dharma selalu memikirkan kebahagiaan orang lain. Kartikay menambahkan bahwa orang yang menikahinya nanti pasti sangat beruntung. Sinopsis Chandra Nandini Episode 60
Sinopsis Chandra Nandini Episode 60
Sinopsis Chandra Nandini
Sinopsis Chandra Nandini
Nandini menatap bulan melalui jendela kamar nya dan bertanya2 tentang takdirnya yang tidak mengenal suami dan masa lalunya. Nandini juga bertanya2 kapan suaminya akan kembali. Chandra mendatangi kamar Nandini dan memanggilnya. Nandini segera menghapus air matanya dan memakai penutup kepalanya. Nandini memberi salam pada Raja dan bertanya. Chandra mengatakan kalau semalam ada pelayan yang meninggalkan gelang kaki di kamarnya lalu menunjukkan gelang kaki yang dibawanya. Nandini menghampiri Chandra dan mengambil gelang kaki nya lalu mengatakan akan memberikan pada yang bersangkutan dan sebagai seorang raja seharusnya dia tidak perlu melakukan hal kecil seperti ini. Chandra lalu bertanya pada Nandini apakah dia pernah jatuh cinta. Nandini mengiyakan tapi berkata kalau orang yang dicintainya tidak sedang bersamanya. Mereka lalu berbicara tentang cinta. Chandra kemudian pamit pergi dan tiba2 merasakan sakit di kakinya dan berteriak. Nandini terkejut lalu bergegas menghampirinya dan menanyakan keadaannya. Nandini pun berjongkok dan memijat2 kaki Chandra. Chandra memperhatikannya sambil tersenyum lalu meletakkan tangannya di atas kepala Nandini seolah2 tengah memberikan berkatnya. Nandini terkejut dan langsung berdiri lagi. Chandra kemudian kembali berpamitan dan beranjak pergi. Nandini memandangi gelang kaki yang di pegangnya. Nandini lalu mengambil gelang kakinya yang lain yang disimpannya di dalam petinya dan berpikir harus membuang salah satunya atau gelang kaki tersebut akan menimbulkan kekacauan besar.
Apama memperlihatkan peta Champa pada Helena dan berkata kalau mereka bisa menguasai Champa maka perekonomian Yunani akan terbantu. Helena bertanya bagaimana cara menguasai Champa. Apama mengingatkan Helena kalau Justin pernah memberitahu kalau Ellis mencintai Kartikay di mana Kartikay adalah calon raja Champa. Tapi Helena ragu karena Ellis dari bangsa Yunani. Apama mengingatkan kalau ayah Ellis adalah Raja Magadha. Apama juga mengusulkan untuk menikahkan Chitralekha dengan Bindusara. Helena menanyakan status Charumitra dan Apama menjawab kalau Bindusara calon raja dan dia bisa menikah 2 kali. Justin tiba2 muncul dan mengambil air lalu meminumnya. Helena bertanya. Justin menjelaskan kalau Bindusara tengah emosi dan dirinya berhasil menenangkannya. Helena mengusirnya keluar dan Justin kesal karena sang ibu tidak memujinya. Helena kembali berbicara dengan Apama mencemaskan Nandini tapi Apama berkata kalau Nandini hanyalah imajinasi Chandra lalu Helena memanggil pelayan dan memberinya perintah untuk memanggil Bindusara.
Bindusara mendorong Charumitra ke pilar dan Charumitra yang ketakutan pun menutup matanya . Bindusara kemudian menjauh dan duduk di ranjang. Charumitra membuka mata dan menghampiri Bindusara. Lalu Charumitra bersimpuh di kaki Bindusara dan
Bindusara pun kemudian mereda kemarahannya dan mengatakan
kalau mereka adalah teman dari kecil dan Bindusara menyarankan agar Charumitra tidak menikah dengannya. Ucapan Bindusara ini
mengejutkan Charumitra. Sinopsis
Nandini teringat ucapan Chandra tadi. Nandini berbicara sendiri kalau dirinya harus pergi karena tidak bisa lagi tinggal di Magadha lalu Nandini bergerak mengemasi pakaiannya. Dharma muncul dan bertanya. Nandini memberi penjelasan kalau mereka tidak bisa lagi tinggal di Magadha. Dharma menjawab kalau Bindusara tidak akan melepaskannya. Nandini pun berkata akan berbicara pada Bindusara. Dharma melarang karena dia tidak akan di ijinkan juga dan Dharma berkata akan membuat alasan kalau ayahnya tengah sakit dan semuanya akan berjalan dengan baik. Dharma terkejut melihat bayangan seseorang di pintu dan berkata akan memeriksanya.
Charumitra bertanya mengapa dia menolak padahal dirinya sangat mencintainya. Bindusara pun menjelaskan dengan emosi kalau dirinya tidak memiliki rasa cinta dan hanya ada kemarahan untuk ayahnya karena dia mencintai Nandini yang sudah melenyapkan ibunya. Bindusara menambahkan kalau dia adalah temannya dan tidak ingin menghadapi semua ini karena cinta. Charumitra pun menjawab kalau mereka adalah teman dan kemudian akan menjadi pasangan. Pelayan datang memberi tau Bindusara kalau Helena menunggunya. Sinopsis Chandra Nandini
Episode 60
Sinopsis Chandra Nandini Episode 60 Tayang Sabtu 3 Maret 2018
Helena mondar mandir di kamarnya. Bindusara datang dan bertanya. Helena bertanya balik apakah dia sudah memeriksa keberadaan Nandini. Bindusara menjawab sudah memeriksa beberapa pelayan tapi mereka bukan Nandini. Helena menyuruh Bindusara untuk memeriksa lagi semua wanita di istana. Bindusara menanyakan alasannya dan menambahkan bahwa Nandini sudah tiada bertahun2 yang lalu. Helena menjawab kalau dirinya tidak bisa mentolerir nama Nandini karena dia sudah menghancurkan hidup semuanya. Bindusara pun menjawab akan memeriksa sekali lagi.
Dadima mendatangi Chandra yang tengah melamun di balkon kamarnya. Chandra bertanya mengapa dia belum tidur. Dadima menjawab bagaimana dirinya akan tidur ketika dia juga masih terjaga dan masih terlihat rasa sakit dimatanya dan senyumnya yang sudah menghilang. Chandra berkata semua itu akan lenyap jika Nandini berada disampingnya. Dadima pun menasihatinya bahwa meski Nandini sudah tiada tapi cintanya bisa menjadi kekuatan. Dadima meminta Chandra untuk tenang karena Nandini akan kembali sebab cintanya penuh akan kekuatan. Lalu Dadima beranjak pergi.
Champa bertanya
apa yang terjadi pada nandini. Nandini bercerita jika dia baru saja
menghabiskan waktu bersama chandra. Chandra sangat menyayangi istrinya,
namun takdir selalu membuat mereka jauh. Nandini juga bercerita jika dia
merasa nyaman bersama chandra. Bahkan dirinya merasa memiliki
keterikatan dengan semua yang ada di istana. Dia selalu mendapatkan
kilasan ingatan yang baginya tidak terlalu jelas. Dharma berpendapat
jika mungkin saja dia memang nandini. Dharma menyarankan agar nandini
tidak terlalu memaksakan diri untuk mengingat semua hal. Biarkan yang
dapat dia ingat datang dengan sendirinya.
Sementara itu Helena menemui Bhindusara. Helena bertanya apa Bhindusara
menemukan nandini. Bhindusara berkata jika dia sudah memeriksa semua
wanita. Dan tidak satu pun terlihat seperti nandini. Helena
memerintahkan Bhindusara untuk mencari lagi dan harus lebih teliti.
Bhindusara berkata jika sebenarnya semua itu tidak perlu. Karena nandini
pasti sudah mati. Helena berkata dengan melihat tingkah chandra
membuatnya semakin yakin jika nandini benar-benar masih hidup.
Bhindusara pun memutuskan untuk memanggil semua wanita untuk memeriksa
kembali. Dan kali ini harus benar-benar di pastikan semua sudah di
periksa.
Dharma dan nandini di minta untuk berkumpul bersama wanita lain untuk
memastikan jika mereka bukan nandini. Dharma berkata agar nandini pergi
sementara dia akan mengalihkan Bhindusara. Nandini pun pergi ke sebuah
ruang tertutup. Dia melihat semua hiasan yang tidak asing baginya. Dia
melihat sketsa nandini bersama chandra dan merasa benar-benar mirip
dengannya. Nandini juga melihat sketsa Padmananda dan mendapat kilasan
ingatan. Sepertinya mereka pernah melalui waktu bersama. Bhindusara
memeriksa semua orang satu per satu. Penjaga datang dengan membawa
nandini dan berkata jika mereka menemukannya di ruang rahasia.
Bhindusara meneruskan pencarian. Dharma telah di lewati. Tibalah giliran
nandini. Namun mengejutkan, saat Bhindusara membuka dupatanya, wajah
nandini terlihat terbakar. Separuh wajahnya habis terbakar. Nandini
meminta maaf pada Bhindusara. Alasan sebenarnya dia tidak ingin membuka
dupatanya adalah karena wajahnya yang mengerikan. Bhindusara meminta
maaf dan menutupnya kembali.
BACA JUGA DAFTAR SINOPSIS CHANDRA NANDINI ANTV
Dharma bertanya pada nandini bagaimana nandini membakar wajahnya.
Nandini berkata jika itu hanya pura-pura. Nandini pun mengelupas wajah
palsunya. Dharma merasa lega dan bertanya sebenarnya ruangan apa yang
telah nandini masuki. Nandini bercerita jika dia melihat ruangan yang
penuh dengan sketsa dan lukisan. Di sana juga terdapat lukisan nandini
bersama chandra. Nandini bercerita jika ratu nandini benar-benar
terlihat seperti dirinya. Nandini juga bercerita jika ada sketsa seorang
pria tua dan saat melihatnya, dia merasa ada sesuatu di antara mereka.
Namun kilasan itu berlalu terlalu cepat hingga nandini tidak dapat
melihat dengan jelas masa lalunya yang sebenarnya. Dharma pun meyakinkan
nandini untuk terus berusaha mencari jati dirinya dari kilasan itu.
Nandini pun mendapatkan semangat baru.
loading...
Di tengah malam nandini pergi ke dapur untuk mengambil air. Namun
chandra menariknya dan membuka dupatanya. Awalnya nandini melawan namun
chandra segera menarik dupatanya. Chandra pun melihat wajah nandini dan
sangat terharu. Chandra berkata jika dia sudah yakin. Dialah nandini
yang selama ini di carinya. Cintanya yang tidak akan berakhir. Nandini
meminta chandra untuk tenang dan mendengar penjelasannya.
Nandini menceritakan jika dia berasal dari sebuah desa di Champa. Dia
memang tidak mengetahui identitas dirinya yang sebenarnya. Dia di buang
oleh keluarganya dan kakek Dharma menolongnya. Chandra bertanya apa
Dharma adalah putri kandungnya. Nandini menjelaskan jika Dharma adalah
putri Prabha. Prabha meninggal saat melahirkan Dharma. Itulah sebabnya
dia di beri nama Prabha oleh kakek Dharma. Selain itu tidak ada lagi
yang dia ketahui. Chandra pun memutuskan untuk pergi bersama nandini ke
desanya. Untuk menanyakan secara langsung pada kakek Dharma.
loading...
ISI 3
BACA SINOPSIS SELANJUTNYA
loading...
Baca Juga Artikel keren lainnya: