RATU SINOPSIS TV
loading...
Sinopsis Candra Nandini 57
Tayang : Malam ini
#BY_Arin
Sinopsis Candra Nandini Episode 57 Tayang 28 Maret 2018
Dharma mengejar Nandini dan mengatakan ada pekerjaan penting yang akan
dilakukan dan Dharma berjanji akan segera kembali lalu Dharma bergegas
pergi.
Dharma mengejar iring2an Bindusara dan memanggilnya.
Bindusara berhenti dan Dharma berbicara dengannya kalau dia ingin balas
dendam padanya jangan menimpakan balas dendam itu pada warga Champa.
Dharma berkata akan membatalkan hukumannya dan mengembalikan gelar
pangerannya. Bindusara menolak. Dharma meminta Bindusara tidak membalas
dendam pada rakyat Champa. Bindusara pun berkata akan kembali mengambil
pasokan gandum di Champa tapi dia harus mau menjadi asisten penata
rambut Charumitra. Dharma pun bersedia demi warga Champa. Bindusara
menyuruhnya untuk segera datang ke Magadha bersama keluarganya dan
setelah itu Bindusara menyuruh iring2annya kembali ke istana.
Dharma
berbicara pada Nandini dan ayahnya kalau mereka harus ke Magadha.
Nandini menolak karena Magadha tengah mencari Nandini yang mirip
dengannya tapi Dharma berkata kalau mereka harus pergi demi Champa dan
semua itu hanya sampai Bindusara menikah dengan Charumitra saja.
Chanakya mengawasi para prajurit yang sedang memeriksa rakyat yang akan
masuk ke dalam istana karena hari ini akan dilangsungkan pertunangan
Bindusara. Lalu terdengar pengumuman bahwa Raja akan membagikan pakaian
jadi semuanya di minta berkumpul di halaman.
Chandra masuk kedalam
kamar dan kembali teringat saat Nandini menidurkan Bindusara dan mereka
berdebat karena Chandra memaksa ingin bermain2 dengan Bindusara padahal
Bindusara tengah tidur. Dadima pun kemudian mengomel pada mereka berdua
karena membiarkan Bindusara mengompol.
Ayah Dharma berbicara pada
Nandini kalau dia harus pergi ke Magadha bersama Dharma karena semua itu
sudah tertulis di horoskop Dharma dan karena dia (Nandini) menjadi
lebih kuat ingatannya ketika berada di Magadha. Ayah Dharma menambahkan
kalau mungkin Nandini akan menemukan keluarga yang dicarinya di Magadha.
Chandra sendiri tengah bergumam bahwa dirinya tau Nandini akan segera
kembali. Nandini pun berkata akan pergi ke Magadha bersama Dharma.
Dharma selesai merias rambut salah satu putri. Sang putri memberinya koin dan mentertawakanny
a
bersama teman2nya. Dharma tidak suka melihat koin pemberian putri
tadi. Nandini menemui Dharma dan melihatnya bersedih sambil menatap
koin. Nandini berbicara dengannya akan merias rambutnya karena dirinya
juga putri seorang perias rambut. Dharma terkejut mendengarnya dan
Nandini tidak menyadari ucapannya (kalau dirinya putri perias
rambut/tukang cukur). Dharma pun berkata bahwa mungkin dia memang
berhubungan dengan Magadha dan Dharma meminta Nandini mencoba mengingat
masa lalunya. Pelayan datang mengatakan agar mereka pergi bergabung
untuk pembagian pakaian oleh Raja jadi mereka bisa memakai pakaian baru
saat acara pertunangan. Pelayan juga memberitahu Dharma kalau Bindusara
menunggunya. Dharma pun berpamitan pada Nandini dan berkata akan
menyusul nya nanti.
Bindusara tengah berada di dalam kolam
mandi dan di layani oleh para pelayan. Dharma muncul. Bindusara menyuruh
Dharma memijat kepalanya. Dharma pun menyuruh pelayan yang lain untuk
menepi tapi Bindusara melarang dan menyuruh Dharma masuk ke dalam kolam.
Pelayan mengatakan agar dia tidak menolak perintah Bindusara. Dharma
mengambil minyak pemijat dan masuk ke dalam kolam menghampiri Bindusara.
Bindusara menarik tangannya dan Dharma jatuh terduduk di hadapan
Bindusara. Lalu Dharma mulai memijat kepala Bindusara dan mereka pun
saling berdekatan. Chandra kembali teringat hinaan Dharma lalu menyuruh
pelayan2nya pergi. Dharma beranjak pergi tapi Bindusara menghentikannya
dan mengatakan kalau dirinya tidak menyuruhnya pergi. Chandra kemudian
bergerak menghampiri Dharma dan menatapnya dengan tajam. Dharma menjadi
salah tingkah. Bindusara lalu mengguyur 2 bak air ke kepalanya sendiri
dan sebagian mengenai tubuh Dharma. Lalu Bindusara duduk dan mengatakan
agar dia merawat kuku2nya. Dharma mendekat tapi terpeleset dan terjatuh
dalam pangkuan Bindusara. Mereka berpandangan kemudian Bindusara
mengatakan kalau dirinya menyuruh untuk membersihkan kukunya. Dharma
mengambil pembersih kuku dan berkomentar kalau kukunya baik2 saja dan
dia sengaja melakukan semua ini untuk balas dendam karena gelar
pangerannya sudah di tarik. Bindusara emosi dan mengatakan sambil
mencengkeram tangan Dharma kalau dirinya hanya ingin balas dendam untuk
penghinaannya. Dharma pun menyuruhnya melakukan apa saja yang di
inginkan tapi dirinya tidak akan mundur dan aakn menghadapinya.
Bindusara berkata kalau dia akan menyerah padanya tapi Dharma berkata
kalau hal itu tidak akan pernah terjadi lalu Dharma beranjak pergi
Moora dan Chandra membagikan hadiah pakaian pada rakyat. Nandini ikut
dalam antrian. Chandra memberikan hadiah dan tangannya menyentuh tangan
Nandini. Chandra merasakan getaran dan kembali teringat kenangannya
bersama Nandini. Chandra lalu bertanya apakah dia ibu Dharma dan apa
yang sedang dilakukannya di Magadha. Nandini menjawab kalau dirinya
datang untuk mencari rejeki. Chandra pun berkata akan mengatur beberapa
pemasukan untuknya tapi Nandini menolak dan berkata kalau dirinya harus
bekerja untuk mendapatkan pemasukan rejeki. Chandra berkata kalau dia
memang benar2 ibu Dharma karena keduanya pekerja keras dan dia juga
sudah memberikan didikan yang baik untuk Dharma. Nandini lalu beranjak
pergi. Chandra kemudian mengatakan pada Chanakya kalau mereka memerlukan
brahmana wanita untuk pertunangan. Chanakya menjawab kalau mereka
membutuhkan satu orang saja. Chandra kembali berbicara agar mengundang
ibu Dharma saja karena sekarang dia ada di istana.
BACA JUGA DAFTAR SINOPSIS CHANDRA NANDINI ANTV
Justin tengah
minum dengan emosi dan menggerutu. Justin berteriak memanggil pelayan
tapi tidak ada yang mendengar. Justin pun berkata bahwa semua orang
pasti sedang sibuk dengan Bindusara. Justin berjalan keluar dalam
kemarahan dan bertabrakan dengan Nandini. Selendang Nandini terlempar
dan juga pakaian2 pemberian Chandra tadi. Pakaian itu tersangkut di
sebuah besi dan robek. Justin memakinya dan berkata bisa saja
menghukumnya karena menabrak seorang pangeran. Nandini berdiri dan
meminta maaf. Justin membantu mengambilkan pakaian2 Nandini yang
terjatuh. Nandini berterimakasih dan Justin terkejut memandang wajah
Nandini sambil berpikir bahwa wajah tersebut tidak asing baginya .
Nandini beranjak pergi dan Justin pun ingat kalau dia adalah Nandini.
Beberapa wanita anak buah Amartya berkumpul dan membahas rencana mereka
(kilas balik saat Amartya berbicara pada mereka agar pergi ke Magadha
dan membakar istana bersama Chandra didalamnya. Amartya juga memberikan
beberapa botol racun untuk berjaga2 seandainya perbuatan mereka
diketahui). Salah satu wanita membagi2kan botol racun pada masing2
orang.
Para wanita2 tadi memasuki istana. Seorang prajurit menghentikannya
dan bertanya siapa mereka. Salah satu wanita menjawab kalau mereka
berasal dari kerajaan tetangga dan ingin memberkati pangeran. Prajurit
berkata akan memeriksanya. Wanita2 itu mengatakan betapa beraninya dia
memeriksa seorang wanita dan salah satu wanita berkata kalau mereka akan
mengganti pakaian dengan pakaian pemberian Raja. Prajurit pun
mengijinkan mereka masuk.
Apama meletakkan mahkota di kepala Helena
dan berbicara dengannya kalau kini dia akan menjadi Ratu yang
sebenarnya. Justin masuk dengan terengah2. Helena mencemooh Justin
melihat wajah pucat Justin yang terlihat lemah. Justin mencoba berbicara
pada Apama dan mengatakan kalau dirinya baru saja melihat Nandini.
Apama dan Helena pun terkejut. Helena menegurnya lalu menarik Justin
pergi.
Helena bertanya ke arah mana wanita yang disangkanya Nandini
itu pergi. Justin menunjukkan seorang wanita pada Helena sambil
mengatakan bahwa itu Nandini. Mereka berdua mengejarnya lalu Helena
menyuruh prajurit menyerbu wanita yang dianggap Nandini oleh Justin.
Helena kemudian menarik selendang wanita tadi dan dia bukan Nandini.
Helena menatap tajam pada Justin. Lalu Helena menyuruh prajurit membawa
wanita tadi ke Chanakya karena prajurit mencurigai bau botol yang dibawa
wanita tersebut.
Chanakya bertanya pada wanita yang ditangkap
Helena tadi tapi wanita itu terlanjur meminum racunnya dan tewas.
Chanakya lalu berterimakasih pada Helena karena sudah menangkap wanita
tadi dan itu berarti ada musuh didalam istana. Chanakya meminta tetap
waspada. Helena menyahut bahwa Justin yang menemukan wanita tadi.
Chanakya lalu beranjak pergi. Justin menatap wanita yang tewas tadi dan
mengatakan pada Helena kalau dirinya tidak tau siapa wanita itu dan
tidak pernah melihatnya. Helena pun mengajaknya pergi.
Nandini berjalan pergi dan prajurit menghentikannya
dan mengatakan agar dia berganti baju. Nandini menjawab kalau
pakaiannya robek semua. Prajurit tadi menggantinya dengan pakaian yang
lain yang ternyata milik anak buah Amartya yang akan digunakan sebagai
seragam.
Dharma menyisir rambut Charumitra. Charumitra memuji
hasil riasannya tapi Dharma menjawab kalau merias ini bukan pekerjaan
nya dan dirinya melakukan semua ini demi sebuah alasan. Dharma lalu
bertanya pada Charumitra mengapa dia tetap mau menikah dengan Bindusara
setelah tau apa yang telah dilakukan Bindusara pada temannya. Charumitra
pun emosi lalu membentak Dharma karena sudah melanggar batasannya.
Charumitra menyuruh pelayannya memberikan koin pada Dharma. Dharma
menerima koin tadi dan mengembalikannya pada Charumitra seraya mengatakan kalau dirinya tidak menginginkan apapun dan beranjak pergi. Charumitra menghentikannya
dan melempar koin tadi pada Dharma. Dharma memungutnya dan Charumitra
bertanya mengapa dia harus sok tidak butuh koin itu kalau ternyata
diambilnya juga sekarang. Dharma pun menjawab semua itu karena dirinya
menghargai koin tersebut karena itu pertanda dari Dewi Laksmi lalu
Dharma beranjak pergi. Charumitra dengan emosi mengatakan kalau Dharma
bersikap layaknya ratu utama di istana ini.
loading...
Acara dimulai dan
pendeta mengatakan pada Chandra untuk memulai ritualnya. Chandra
mengatakan telah mempersiapkan wanita brahman dan Chandra menyuruh
pelayan memanggil Prabha. Bindusara menyela untuk tidak memilih ibu
Dharma tapi Chandra mengatakan suatu pertanda baik jika ada Wanita
brahman. Chandra meminta kerjasama Bindusara.
Anak buah Amartya
berembuk lalu membagi seragam mereka (kembar dengan pakaian Nandini).
Prajurit sendiri bertemu Nandini dan menyuruhnya untuk segera ganti baju
karena Raja sudah menunggu.
Charumitra dan Bindusara duduk di
hadapan pendeta. Bindusara memuji penampilan rambut Charumitra.
Charumitra mengatakan kalau Dharma sang pelayan garang yang mengatur
rambutnya dan Bindusara pun melirik Dharma.
Anak buah Amartya
bergegas berjalan di koridor dengan memakai penutup wajah, mereka
melihat Nandini dan mengira dia adalah komplotannya karena memakai
seragam yang sama. Mereka pun menarik Nandini dan membagi rencananya
memberi perintah pada Nandini untuk menghabisi Chandra. Nandini terkejut
dan berniat memberitau Raja lalu mereka berjalan bersama2.
Nandini berjalan paling akhir dan pelayan kerajaan muncul mengatakan
kalau dia sudah di tunggu untuk acara. Nandini pun ikut bersama pelayan
tadi. Anak buah yang lain pun membicarakannya
.
Ritual Bindusara segera dilangsungkan. Nandini menemui Dharma dan
mengatakan sesuatu. Chandra lalu memintanya melakukan tilak karena dia
seorang wanita brahman dan itu akan menjadi pertanda baik. Nandini maju
dan memberikan tilak pada Bindusara. Chandra pun berbicara dalam hati,
“Nandini..kau selalu ingin melakukan semua ritual untuk pernikahan
Bindusara dan akan bertarung denganku tapi hari ini aku membawa wanita
brahmana untuk ritual ini..aku merindukanmu Nandini”.
Acara tukar
cincin dimulai. Charumitra berbisik pada Bindusara. Bindusara melirik
Dharma dengan senyum licik. Lalu Bindusara memanggil mentri dan
berbisik padanya. Mentri kemudian memanggil masuk para penari hiburan
dan menyuruh Dharma ikut menari atas permintaan Charumitra.
Dharma
bergabung dengan para penari dan menari dengan menatap tajam pada
Bindusara. Mereka berdua teringat saat sama2 berada di ruangan mandi
tadi. Sementara itu Chanakya sibuk mengawasi gerak gerik Nandini dan
melaporkannya pada Chandra. Kartikey juga curiga melihat gerak gerik
beberapa wanita anak buah Amartya. Tiba2 terdengar ledakan dengan begitu
kuatnya. Semua orang pun sibuk melarikan diri.
Nandini berlari
mencari Chandra dan tanpa disadarinya selendangnya terjuntai dan
termakan api. Beberapa prajurit mengejar anak buah Amartya yang
dicurigai tapi wanita2 itu dengan sigap meminum racun mereka. Kartikey
berhasil menggagalkan salah satu wanita yang hendak meminum racun dan
Chanakya mengatakan tersisa satu wanita lagi dan Chanakya menyuruh
prajurit untuk menangkapnya
loading...
Nandini berlari ke arah belakang
Chandra untuk memberi tau Chandra kalau dia sedang dalam bahaya tapi
sebelum Chandra membalikkan badan Dharma lebih dulu membantu Nandini
yang terbakar dengan menutupinya memakai selimut. Chandra hendak pergi
tapi Chanakya menghentikannya
dan menanyakan keadaannya. Chandra lalu menanyakan yang lain2nya.
Chanakya menjawab yang lain baik2 saja dan Chanakya mengatakan
kecurigaannya pada ibu Dharma.
Chanakya melihat Nandini dan bertanya
pada pelayan apakah pakaian seperti itu (yang dipakai Nandini) yang
dibagikan oleh raja tadi. Pelayan menjawab kalau bukan pakaian itu yang
dibagi karena tidak terdapat garis merah disana. Nandini sendiri
kemudian beranjak pergi. Chanakya berbisik pada muridnya Kartikey agar
tetap mengawasi beberapa wanita yang dicurigai. Sementara itu beberapa
anak buah Amartya menyebar masuk ke ruangan.
Dharma membersihkan
tubuh sang ibu sambil bertanya mengapa dia menerjang api tadi. Nandini
menjawab dirinya ingin menyelamatkan Chandra (kilas balik saat anak buah
Amartya memberi perintah pada Nandini untuk melenyapkan Chandragupta).
Nandini menyadari kalau komplotan tadi salah mengenalinya karena pakaian
yang dipakainya. Chandra tiba2 masuk dan Nandini menutupi kepalanya.
Chandra berbicara pada Dharma kalau ibunya seorang pengkhianat dan harus
ditangkap. Dharma berkata kalau Chandra sudah salah paham dan berusaha
menjelaskan yang terjadi. Chanakya muncul dan mengatakan kalau dirinya
melihat Prabha menjadi salah satu anggota komplotan wanita tadi dan
Chanakya menyuruh Prabha maju memperlihatkan wajahnya. Nandini berpikir
bagaimana jika mereka mengira dirinya adalah Nandini. Chandra lalu
menyuruh Nandini memperlihatkan wajahnya pada wanita yang berhasil
ditangkapnya tadi. Nandini berjalan ke belakang dan tanpa sengaja
menyenggol lengan Chandra. Chandra merasakan getaran lagi. Nandini
berjalan ke belakang dan membelakangi Chanakya serta Chandra. Lalu salah
satu prajurit wanita membuka selendang penutup wajahnya. Wanita anak
buah Amartya mengatakan bahwa Nandini bukan komplotannya. Dharma
mendekat dan menutupi kembali kepala Nandini. Chandra mendekat dan
menangkupkan tangan meminta maaf pada Chandra. Nandini memegang tangan
Chandra agar jangan meminta maaf dan Chandra merasakan getaran lagi.
Chandra lalu mengatakan pada Chanakya untuk menjebloskan wanita tadi ke
dalam penjara. Chanakya beranjak pergi sambil membawa wanita tadi.
Chandra kembali berbicara dengan Prabha/Nandini kalau dia boleh meminta
apa saja dan akan di kabulkan karena dia sudah menyelamatkan nyawanya.
Setelah itu Chandra beranjak pergi dan berpikir mengapa sentuhan Prabha
tadi tidak asing lagi baginya. Dharma memeluk Nandini dan Nandini
mengatakan kalau Dewa tau apa yang sudah Nandini lakukan hingga dirinya
harus menghadapi hari ini.
Bindusara berada di penjara bersama
Chanakya dan memaksa wanita anak buah Amartya agar bicara siapa dalang
dibalik semuanya. Kartikey mengatakan kalau wanita itu sudah disiksa
tapi tetap bungkam. Bindusara lalu memberikan pedangnya pada
prajuritnya dan menyuruhnya menghabisi wanita tadi. Wanita tadi
ketakutan hingga buka suara dan mengatakan kalau dalang dari semuanya
adalah Amartya Rakshas. Bindusara dan Chanakya terkejut. Chanakya pun
berkata kalau Amartya masih belum menyerah dalam usahanya menggulingkan
singgasana Chandragupta. Bindusara pun berkata bahwa meski Nandini
sudah tiada tapi Amartya masih berani untuk menyerang. Bindusara
bersumpah tidak akan melepaskan Amartya dan beranjak pergi tapi di
pintu luar Chandra menunggunya sambil menatapnya. Chandra menghampiri
Bindusara dan berkata bahwa yang dibicarakannya adalah ibunya. Bindusara
sontak menjawab, “bukan !! Dia bukan ibuku..dia adalah dalang dibalik
semua kehancuran dan setiap serangan bahkan hari ini kau berada dalam
bahaya karena Nandini..dia sudah melenyapkan ibuku dan juga kau ayah
!!”. Chandra mengangkat tangan hendak menamparnya tapi niat itu
diurungkan Chandra. Bindusara pun berkata, “bagus kau menghentikan
tamparanmu hari ini..beberapa tahun yang lalu aku tidak bisa membalasnya
tapi situasi kali ini akan berbeda ayah..” dan Bindusara pun beranjak
pergi. Diam2 Nandini mencuri dengar pembicaraan mereka dan terkejut
mengetahui Ratu Nandini yang menghabisi ibu Bindusara.
Di
kamarnya Bindusara minum dan kembali teringat saat sang ayah menamparnya
dulu. Bhadraketu muncul dan menghentikan Chandra untuk minum lalu
mengatakan bahwa dia harus tetap sadar dan melarangnya minum. Bindusara
mendorongnya dan memberinya sebilah pedang lalu menantangnya bertarung
dengan satu tangan untuk membuktikan siapa yang masih sadar diantara
mereka. Bhadraketu berkata kalau dirinya mempelajari pedangnya dari
Chandragupta dan Bindusara menjawab kalau dirinya mempelajari pedangnya
dari ayahnya yakni Malayketu . Bindusara kemudian bertarung melawan
Bhadraketu. Justin hanya diam dan bersembunyi ketakutan melihat
pertarungan mereka. Seseorang memakai penutup wajah datang dan
menghunuskan pedangnya pada leher Justin. Justin pun ketakutan. Salah
satu putri berteriak memanggil Bindusara dan Bhadraketu. Bindusara dan
Bhadraketu memperhatikan Justin yang ketakutan. Justin berkata akan
memberikan segalanya termasuk istana nya asal dirinya dibebaskan.
Bindusara tersenyum dan berkata kalau istana ini bukan miliknya. Orang
tadi kemudian membuka penutup wajahnya dan dia adalah Ellis adik Justin.
Justin pun geram karena Ellis selalu membuat masalah dengannya.
Bindusara bertanya pada Ellis mengapa dia terlambat datang di acara
pertunangannya. Ellis pun hanya memeluk Bindusara.
Nandini ke kamar Chandra dan memperhatikan segala isi kamar. Lalu
Nandini mencoba memakai pakaian dan perhiasan yang ada disana. Nandini
melihat lukisan dirinya dan terkejut lalu menatapnya. Nandini bergumam
bagaimana mungkin dirinya sangat mirip dengan wajah dilukiskan tadi.
Tiba2 prajurit masuk dan mengepungnya. Nandini pun berteriak dan Dharma
membangunkannya lalu menenangkannya.
Dharma memeluk Nandini dan bertanya. Nandini mengatakan kalau dirinya
bermimpi setiap orang menganggapnya Nandini dan menangkapnya. Dharma
bertanya apa yang sudah dilakukan Nandini hingga Helena ingin
melenyapkannya. Nandini
menceritakan apa yang didengarnya tadi antara Chandra dan Bindusara.
Nandini juga merasa aneh karena Chandra selalu tidak berdaya jika itu
mengenai Nandini dan Bindusara selalu menentang ayahnya mengenai
Nandini. Dharma meminta Nandini tidak mencemaskan hal tersebut. Mereka
lalu kembali tidur.
Pagi harinya Ellis dan Charumitra sedang
mandi dan bercanda. Putri kerajaan Champa (Chitralekha) lalu bergabung.
Dharma melintas dan Chitralekha memanggilnya agar ikut bergabung.
Charumitra pun berkomentar sinis menghina Dharma kalau kehadirannya di
Magadha hanya untuk menghibur dan melayani mereka semua. Chitralekha
meminta Charumitra menghentikan hinaannya pada Dharma tapi Ellis
mendukung Charumitra dan mengatakan kalau ada perbedaan diantara anggota
kerajaan dan rakyat biasa. Putri kerajaan lain memanggil Dharma dan
menyelamatkannya dengan memberinya perintah untuk ikut bersamanya.
Dharma berjalan dengan putri tadi. Sang putri mengobrol dengan Dharma
lalu menyuruh Dharma membawa piring sindoornya sementara dirinya akan
menemui Dadima....
BACA SINOPSIS SELANJUTNYA
loading...
Baca Juga Artikel keren lainnya: