RATU SINOPSIS TV
Sinopsis Komplit Chandra Nandini Episode 18 Part 2 Tayang Sabtu 20 Januari 2018
Sinopsis Chandra Nandini Episode 18 Part 2 Sinopsis Sebelumnya Chandra mondar mandir diteras sambil bergumam, “dia sudah memotongnya”, Nandini muncul dan bertanya apa maksud ucapannya. Chandra pun berkata bahwa dia memotong kukunya agar Malayketu tak terluka. Nandini menyahut bahwa dirinya tidak pernah memanjangkan kuku. Chandra lalu memeriksa kuku Nandini dan menunjukkan luka di punggungnya sambil berkata, “jadi tanda kukumu di punggungku itu perbuatan siapa..apa aku kera hingga aku harus mencakar punggungku sendiri??”. Nandini pun tertawa tertahan seraya menjawab bahwa mungkin dia salah satunya. Chandra lalu kembali berkata, “beberapa waktu yang lalu kau memanggilku tampan dan sekarang kera..jangan lupa kalau aku ini Raja”, Nandini membalas denga berkata bahwa dia pasti sedang mabuk dan Nandini mengingatkan kalau Bali (mungin Bahubali maksudnya) juga seorang Raja da juga seekor kera. Chandra kemudian masuk ke kamar dan melihat luka cakaran Roopa di punggungnya. Nandni membuat ramuan obat dan memberikannya pada Chandra. Chandra mengambilnya dan berkata tidak butuh bantuannya lalu mencoba mengoleskan kepunggungnya tapi kesulitan, Nandini pun membantunya. Chandra kembali bertanya pada Nandini apakah dia benar2 menganggapnya tampan. Nandini menjawab bahwa dirinya tidak pernah berkata seperti itu. Nandini lalu mengobati punggung Chandra sambil meniupnya agar tidak terasa perih, Chandra pun memandangi Nandini. Sinopsis
Dhurdhara berjaan di koridor dan mendergar suara Apama, Dhurdhara mengintainya dan terkejut melihat Apama juga memakan hati. Helena memanggil pelayan dan Apama mengatakan pada pelayan tadi agar mencarikan buah segar sebab kalau idak dia yang akan dimakannya. Dhurdhara pun semakin terkejut dan berkata bahwa tidak akan ada manusia yang tersisa di istana ini. Tiba2 Apama dan Helena sudah menghampiri Dhurdhara dan mengejutkannya. Apama dan Helena bertanya pada Dhurdhara apa yang sedang dilakukannya, Apama berkata pada Helena agar tidak besikap kasar pada Dhurdhara karena dia sedang hamil, Apama lalu mengajak Dhurdhara makan bersama mereka. Dhurdhara panik dan berkata kalau Moora memanggilnya lalu beranjak pergi, Helena pun heran dan berkata pada ibunya selalu alasan itu yang dipakai oleh Dhurdhara, Apama berkata agar Helena fokus pada Chandra Nandini dan bukan pada Dhurdhara.
Chandra ke kamar dan melihat Nandini tengah membaca buku. Chandra lalu berjalan mondar mandir, Nandini bertanya2 apa yang sedang dilakukannya. Dadima masuk dan bertanya pada Chandra mengenai keputusannya, Chandra meminta maaf karena belum memberitau Nandini. Dadima pun memanggil Nandini. Nandini mendekat dan meminta berkat Dadima lalu Chandra memberitau bahwa hari ini ulangtahun ibunya dan mereka harus memikirkan hadiah untuknya. Dadima menyuruh Chandra Nandini memikirkannya bersama lau Dadima beranjak pergi.
loading...
Nandini kembali duduk membaca buku dan Chandra kembali mondar mandir.
Nandini pun bertanya apa dia sudah menemukan hadiah apa yang akan
diberikan, Chandra mengatakan bahwa dirinya baru saja bertemu dengan
sang ibu jadi tidak tau banyak tentang kesukaannya, Chandra bertanya
pada Nandini haruskah dirinya menghadiahi perhiasan atau barang antik.
Nandii pun memberi saran agar Chandra memberikan barang2 masa kecilnya
karena sang ibu tidak pernah tau perkembangannya di masa kecil. Chandra
lalu membuka peti barangnya dan mencari2 sesuatu. Nandini mmbantunya
mencari dan bertanya detail barang2nya, Chandra menjelaskan satu persatu
dengan haru lalu menutup petinya dan berkata tidak akan memberikan
hadiah tersebut, Nandini melarang dan memberi ide, dia mengambil nampan
dan menyusun barang2 dipeti tadi diatas nampan tersebut dan menutupinya.
Chandra
pergi ke taman dan mendengar suara Roopa yang juga berada ditaman dan
tengah menyanyi, Chandra memuji suara Roopa (yang disangkanya Nandini).
Roopa pun memuji ketampanan Chandra tapi Chandra balik berkata, “kau
bilang aku seperti kera dan kuku ini..bagaimana bisa panjang
lagi..apakah itu palsu..kalau itu kuku palsu bagaimana bisa kau
menyakitiku dengan kukumu”. Roopa heran dengan ucapan Chandra dan
berkata bahwa dia adalah pria paling tampan dan Roopa bertanya siapa
yang menyebutnya seperti kera. Apama memperhatikan mereka dari balkon.
Sinopsis Chandra Nandini Episode 18 Part 2
Sinopsis Chandra Nandini Episode 18 Part 2
Sedang
diadakan pertunjukan kera diteras, Chandra terus menerus menatap
Nandini. Helena lalu berteriak menyuruh berhenti dan Helena
mempertanyakan pertunjukan macam apa itu. Chandra menanggapi bahwa
pertunjukannya bagus dan Chandra menyuruh agar pertunjukan dilanjutkan.
Pertunjukan kembali diteruskan. Nandini lalu melihat Chandra memegang
luka di punggungnya dan Nandini teringat saat menyebutnya kera, Nandini
pun tersenyum. Chandra lalu menatap Nandini dan mengatakan bahwa Nandini
sangat aneh karena semalam memanggilnya tampan tapi pagi tadi
memanggilnya kera, teman Chandra disebelahnya mengomentari bahwa seorang
istri selalu aneh dengan setiap kalimatnya, teman Chandra berkata kalau
dirinya cukup lelah dengan satu istri dan bertanya pada Chandra
bagaimana dia mengatasi 3 istri. Chandra menjawab bahwa berperang adalah
pilihan yang terbaik daripada menikahi wanita.
Apama meyeret
Roopa ke kamarnya dan memperingatkannya agar menjauhi Chandra dan
berhenti menyebutnya tampan, Roopa pun balas bertanya apa salahnya
dengan pujiannya karena Chandra memang benar2 tampan. Apama pun menyuruh
Roopa mengikuti apa yang dikatakannya, lalu dia mengajak Roopa membuat
surat untuk Malayketu dan atas nama Nandini. Isi surat itu adalah ajakan
untuk bertemu, setelah selesai menulis Apama memberikan surat itu pada
Roopa dan Roopa pun beranjak pergi.
Malayketu tengah membacakan
cerita pada Chaya, Roopa masuk kesana dan pura2 memeluk Chaya lantas
memberikan suratnya pada Malayketu dari balik punggung Chaya lalu Roopa
beranjak pergi. Chaya meminta Malayketu melanjutkan ceritanya tapi
Malayketu beralasan tengah sakit kepala dan menyuruh pelayan membawa
Chaya untuk melakukan tugas rutinnya. Malayketu lalu membaca surat Roopa
yang dikiranya dari Nandini dan Malayketu pun bersemangat setelah
membacanya.
Malayketu berjalan hendak menemui Nandini di kamar
mandi tapi Chandra juga melangkah kearah sana , Malayketu pun
bersembunyi. Chandra masuk ke bilik mandi dan melihat Nandini yang mandi
dengan membelakanginya, sedangkan itu ternyata Roopa bukan Nandini.
Malayketu yang masih bersembunyi diluar pun berpikir untuk berhati2
terhadap Nandini karena ini pasti jebakannya untuk menunjukkan perilaku
aslinya.
Roopa yang menyangka Malayketu yang datang pun menyuruh
Chandra menggosok punggungnya. Chandra pun berpikir kalau Nandini pasti
tengah mabuk. Tapi kemudian Chandra mendekat dan menggosok punggung
Roopa dengan perlahan. Apama mengintainya dari kejauhan dan terkejut
melihat Chandra yang datang. Roopa lalu berkata, “aku sangat
mencintaimu..mari kita lupakan masa lalu dan memulai dengan yang baru”.
Chandra pun tersenyum senang karena berpikir Nandini sudah melupakan
Malayketu dan Chandra terus menggosok punggung Roopa. Roopa melanjutkan,
“apalagi yang kau pikirkan Malayketu ..”. Chandra terperanjat dan
kemudian bergegas pergi dengan emosi. Roopa membalikkan badan dan
tersenyum puas seraya berkata bahwa pekerjaannya sudah selesai, Apama
muncul dan memujinya lantas mengatakan bahwa tadi yang datang Chandra
dan saat dia menyebut nama Malayketu, Chandra pun marah dan pergi.
Chandra
kembali ke kamar dengan amarah, Malayketu mendatanginya dan menunjukkan
surat dari Roopa. Chandra membacayna dan semakin murka, Malayketu terus
berbicara bahwa jika Chaya membacanya maka itu tidak akan baik
untuknya. Malayketu bertanya pada Chandra apa yang harus dilakukannya.
Chandra pun berkata kalau dirinya tau apa yang harus dilakukannya dan
Chandra bergegas pergi. Sinopsis
Chandra ke balkon dan menyuruh
pelayan memanggil Nandini. Tak lama kemudian Nandini muncul dan
bertanya. Chandra menatapnya dan mengatakan dengan menahan emosi agar
dia menyiapkan peralatan mandinya. Nandini mengiyakan lalu Nandini
mengambil peralatan mandi Chandra, Chandra membuka selendang dan masuk
ke kolam lalu meminta agar menggosok punggungnya. Nandini berpikir bahwa
Chandra sudah hilang akal dan dirinya merasa aneh meski Chandra adalah
suaminya lalu sambil membalikkan badan Nandini hendak menggosok punggung
Chandra. Tapi Chandra menghentikannya dan mengatakan kalau dirinya
menyuruh Helena bukan dia. Helena muncul dan Chandra mengatakan kalau
Nandini bisa pergi. Helena meminta sabun di tangan Nandini lalu Helena
menggosok punggung Chandra dengan mesra, Nandini pun menangis dan
terluka untuk kesekian kali menyaksikannya. Nandini hendak beranjak
pergi tapi Chandra menahannya dan menyuruhnya mendekorasi kolamnya
dengan serpihan mawar. Nandini kembali dan menaburkan serpihan mawar ke
dalam kolam sambil mengelilinginya menyaksikan kemesraan Chandra dan
Helena. Helena ikut masuk ke dalam kolam dan mengatakan ingin mandi
bersamanya, Chandra pun kemudian menarik Helena ke dalam pelukannya.
Nandini yang geram menekan nampan bunganya hingga terluka dan Nandini
melepaskan nampannya.
Chandra melihat telapak tangan Nandini
berdarah, Nandini beranjak pergi dan Chandra mengejarnya karena
mengkhawatirkan keadaannya, Helena tersenyum puas mengatakan pada
dirinya sendiri untuk tidak terlalu cemas karena Chandra akan segera
menjadi miliknya.
Nandini berjalan di koridor sambil memegangi
tangannya yang sakit dan berkata bahwa meski dirinya tau Chandra tidak
menyukainya tapi mengapa tetap merasa terluka sementara Chandra di
belakangnya meminta Nandini berhenti. Nadini masuk ke kamar dan terkejut
melihat Dadima berada disana, Nandini menghapus air matanya dan
menyembunyikan tangannya yang terluka. Dadima lalu bertaya darimaa saja
dia dan menanyakan keberadaan Chandra.
loading...
Chandra masuk dan
tersenyum pada Dadima lalu mnghampiri Nandini dan melihat tangan Nandini
yang terluka, Chandra lalu memegangi tangan tersebut meski Nandini
berusaha berontak melepaskannya dengan diam2. Dadima berbicara pada
ChandraNandini sambil mengenalkan seorang pelukis. Dadima berkata ingin
lukisan mereka karena jika mereka tidak bersamanya maka dirinya bisa
melihat lukisan tersebut. Chandra berkata akan berganti baju dan hendak
beranjak pergi tapi Dadima melarang dan mengatakan bahwa apa yang mereka
kenakan sudah cukup bagus. Dadima kemudian duduk santai sementara
Chandra mengatur posisi dengan memeluk Nandini untuk dilukis.
Di
kamarnya Helena tengah bersantai sambil mengobrol dengan ibunya. Helena
berkata sangat senang melihat Nandini dalam keadaan terluka dan
secepatnya Nandini akan tiada melihat kebersamaannya dengan Chandra.
Apama pun berkata bahwa Chandra tadi sudah meninggalkannya demi Nandini
dan dia seharusnya memotong tangannya sendiri karena dengan begitu
mungkin Chandra bisa tetap bersamanya. Heena bersikeras mengatakan bahwa
drinya sangat bahagia karena tadi Chandra bersamanya dihadapan Nandini.
Helena menganggap sang ibu tidak pernah membarkannya menikmati
keberuntungannya. Apama mengomel mengatakan bahwa Helena begitu bodoh
dan dirinya ada pekerjaan untuk gadis bodoh itu sekarang.
Sinopsis Chandra Nandini Episode 18 Part 2 Tayang Sabtu 20 Januari 2018
Episode
18 Part 2 Chandra nandini masih saling berpelukan untuk dilukis,
Chandra teringat ucapan Chanakya dan berpikir positif untuk setiap
kata2nya tapi Chandra juga bertanya2 mngapa dirinya terluka ketika
melihat tangan Nandini berdarah sementara Nandini teringat saat
Helena-Chandra berpelukan dan berpikir bahwa Helena adaah istri Chandra
dan Chandra sangat mencintai Helena.
Sang pelukis selesai dengan
lukisannya dan Dadima memberikan uang padanya. Dadima berkata agar
Chandra menyimpannya di kamar dan ketika dirinya akan pulang nanti baru
akan dibawanya. Chandra Nandini saling melepaskan diri. Dadima lalu
keluar kamar. Chandra mendudukkan Nandini dan mengobati lukanya sambil
berkata, “lihatlah lukisanmu itu..terlihat jelas lukisan air matamu
disana..kenapa..karena diriku dan Helena atau karena luka ini..atau
karena Malayketu tidak datang menemuimu di bilik mandi tadi”. Nandini
pun berkata berani2nya dia berbicara seperti itu. Chandra lalu membaca
surat Roopa. “Cukup Chandra !!”, kata Nandini sambil menatap Chandra
dengan berlinang air mata.
by : aRin
loading...