RATU SINOPSIS TV
Sinopsis Komplit Chandra Nandini ANTV Episode 22 Part 2 Tayang Rabu 24 Januari 2018
Pagi harinya Chandra menemui teman2nya diteras dan hendak duduk bersama mereka tapi mereka melarang dan menyuruh Chandra duduk ditempatnya sebagai seorang Raja. Raja menegur mereka dan mengatakan bahwa mereka berteman lalu duduk bersama teman2nya, Chandra meminta pelayan menyiapkan makanan, Chandra dan teman2nya pun mengobrol tentang cinta. Setelah makan mereka melanjutkan obrolan di balkon dan masih seputaran tentang cinta. Teman2 Chandra mengatakan melihat cinta di wajah Chandra tapi Chandra menyangkalnya. Teman Chandra pun berkata, “secepatnya kau akan mengatakan siapa yang kau cintai..dan kau tau .. saat kau jatuh cinta maka sentuhan dari rang kau cintai akan membuatmu tersentak dan nada2 musik akan selalu terdengar disekelilingmu..kau juga akan memakai pakaian yang disukai oleh orang yang kau cintai
”. Chandra hanya menyahut bahwa dirinya tidak aan pernah berubah, Chandra lalu menyuruh kedua temannya beristirahat dan Chandra beranjak pergi.
Nandini membaca buku dikamar, Chandra masuk dan mereka berpapasan saat sama2 hendak mengambil minum, keduanya pun merasakan sama2 terjadi getaran. Chandra lalu mengambilkan air minum Nandini dan menyerahkan gelasnya, tangan Chandra bersentuhan dengan tangan Nandini dan Chandra merasa aneh karena merasa ada getaran dan Chandra mendengar suara alunan musik. Mereka kembali saling tatap. Chandra lalu bertanya berasal darimana suara alunan musik tadi, Nandini berkata tidak ada suara musik dan mengambil gelasnya seraya berterimakasih pada Chandra. Chandra teringat ucapan temannya tentang tanda2 jatuh cinta dan tertawa. Nandini berpikir apa yang terjadi dengan Chandra. Lalu Chandra bercermin dan melihat keringat di wajahnya. Nandini lalu memberitahu bahwa mahkotanya ada didekatnya. Chandra mengiyakan dan berkata bahwa dikamarnya udaranya sangat panas tapi Nandini membantah dan mengatakan bahwa cuaca sedang dingin.
loading...
Chandra memegang kumkum (serbuk merah yang dioleskan ke dahi), Nandini
datang dan mengoleskannya. Chandra kembali mendengar suara alunan musik
ditelinganya saat Nandini menyentuh dahinya dan Chandra pun menjauh dari
Nandini. Sementara itu Roopa selesai berias dan menatap cermin sambil
mengingat Chandra lalu berkata bahwa Chandra menyukai lagunya dan
Chandra akan menjadi miliknya sekarang.
Nandini mengambilkan
mahkota Chandra dan Chandra berkata akan memasangnya sendiri. Chandra
memasangnya terbalik dan Nandini mentertawakannya lalu hendak
memperbaikinya tapi Chandra menolak, Nandini lalu berkata bahwa
rambutnya acak2an dan jika dia pergi ke aula seperti itu maka dia akan
jadi bahan lelucon dan Nandini kembali duduk ditempatnya semula. Chandra
pun memperbaiki mahkota dan rambutnya seraya berkata bahwa dirinya
memperbaiki ini karena dirinya sendiri dan bukan karena Nandini.
Chandra
di singgasana dan Chanaya berkata bahwa untuk pendidikan anak2 mereka
seharusnya mengambil bantuan dari Takhsasila. Chandra un setuju dnegan
usulan Chanakya lalu beberapa warga datang dan salah satu wanita
tersebut adalah istri Chanakya (Yashumati), Chandra dan Chanakya
menghampiri Yashumati yang menangis dan Chanakya menanyakan keberadaan
Bharti putri mereka, Yashumati hanya memberikan surat dari Padmananda,
Chanakya membacanya dan murka. Yashumati lalu bercerita (adegan kilas
baik saat Padmananda datang merebut Bharti dari Yashumati, Yashumati
memohon pada Padmananda tapi Padmananda mengatakan bahwa Chanakya
berusaha menyembunyikannya tapi tidak ada yang bisa bersembunyi dari
Padmananda lalu melempar suratnya pada Yashumati dan menyuruhnya
memberikannya pada Chanakya). Chandra membaca surat itu yang mana
tertulis jika dia tidak mengembalikan Nandini maka Bharti akan di
lenyapkan. Chandra pun menjadi emosi.
Chandra mengejar Chanakya
yang berjalan di koridor sambil berbicara padanya. Chanakya menolak
menyetujui surat ancaman Padmananda. Chandra menanyakan alasannya karena
Bharti adalah putrinya dan Chanakya berkata karena Nandini adalah ratu
utama Magadha, Chanakya beranjak pergi tapi Chandra mengatakan bahwa
dirinya adalah Raja Magadha dan Chandra bertanya bagaimana jika dirinya
setuju dengan surat Padmananda, Chandra memohon pada Chanakya tapi
Chanakya tetap menolak karena ini urusan pribadi dan tidak memberikan
keuntungan untuk Magadha lalu Chanakya bergegas pergi.
Roopa berjalan
di koridor sambil bernyanyi menyanyikan lagu kesukaan Chandra dan
berkata bahwa Chandra hari ini akan jatuh cinta pada Roopa. Sinopsis
Chandra
masuk ke kamar, Nandini mengajaknya bercanda tapi Chandra mencengkeram
lengan Nandini dan Nandini merasa kesakitan. Chandra lalu berkata,
“Nandini..ayahmu..kau benar2 berpikir bahwa dia selalu benar kan .. dan
lihatlah hari ini dia menculik putri Chanakya agar bisa membawamu
kembali”. Nandini pun berkata akan melakukan apa yang diperlukan.
Chandra berkata bahwa tiap kali melihatya selalu melihat Padmananda lalu
Chandra menyeret Nandini keluar kamar dan berkata tidak ingin meihatnya
lagi lalu menutup pintu kamarnya. Diam2 Roopa mengintai dari kejauhan
dan geram pada Padmananda karena gara2 dia dirinya tidak bisa menemui
Chandra.
Roopa mengamuk di kamar dan menendang semuanya. Sunanda
menghentikannya tapi Sunanda didorongnya dan dicekiknya. Sementara itu
di koridor Chaya tengah membawa sesuatu dan mendengar teriakan di kamar
Sunanda. Roopa sendiri menjelaskan pada Sunanda bahwa Padmananda sudah
menculik putri Chanakya dan sekarang dirinya tidak bisa menemui Chandra,
Chaya mendengar kan dari depan pintu dan berpikir mengapa Nandini
berbicara dengan cara seperti ini. Sunanda menenangkan Roopa dan
bertanya mengapa dia sedih hanya karena tidak bisa menemui Chandra,
Roopa menjelaskan lagi bahwa itu semua karena dirinya mencintai Chandra
dan Chandra hanya akan menjadi miliknya bukan milik Helena ataupun
Nandini. Roopa terus berbicara bahwa semua yang telah dilakukannya untuk
membuat citra buruk Nandini termasuk pura2 mencintai Malayketu dan
minum alkohol. Chaya pun terkejut mendengarnya dan berpikir bahwa selama
ini Roopa lah pelakunya dan bukan Nandini. Chaya memutuskan untuk
memberitau Chandra. Roopa kembali berkata akan menghabisi Nandini. Chaya
pun menjatuhkan mangkoknya.
Roopa dan Sunanda terkejut melihat Chaya
lalu Roopa berpura2 menjadi Nandini dan memperslahkan Chaya masuk tapi
Chaya berkata bahwa dirinya sudah mengetahui kebenarannya dan akan
memberitau Chandra. Chaya beranjak pergi. Sunanda menyuruh Roopa
mengejar Chaya atau mereka akan di hukum mati. Roopa mengejar Chaya dan
mencengkeram wajahnya serta mengancamnya agar tutup mulut tapi Chaya
tidak takut dan berkata tdak ada yang bisa menghentikannya lalu Chaya
berontak dan berjalan pergi. Roopa pun mengejar dan mendorong Chaya di
tangga, Chaya pun jatuh bergulingan dan Roopa tertawa puas mengatakan
akan menghancurkan setiap orang yang menghalangi jalannya. Sinopsis
Chandra Nandini Episode 22 Part 2
Avantika berbicara pada Nandini
bahwa ayahnya melakukan semua ini bukan karena mencintainya tapi
ayahnya memperalatnya untuk menguasai Magadha. Nandini meminta ibunya
agar tidak menjelek2an ayahnya. Avantika kembali berkata, “Chandra
adalah pria yang baik bahkan setelah mengetahui kita musuhnya tapi kita
aman disini..Chanakya adalah segalanya bagi Chandra..bahkan setelah kau
menjadi musuhnya dia masih membuatmu menjadi ratu utama disini..sekarang
fokuslah pada kehidupan pernikahanmu dan bukan pada masalah politik”.
Chandra
sendiri melamun sambil teringat semua kebaikan Nandini dan merasa sedih
dengan sikapnya pada Nandini. Avantika menasihati Nandini,
“Nandini..aku ibumu dan ingin kau bahagia dalam menjalani kehidupan
pernikahanmu..pengalamanku mengatakan bahwa Chandra adalah orang yang
tepat untukmu..pikirkan itu”, lalu Avantika beranjak pergi. Nandini pun
berbicara sendiri, “ibu benar..aku harusnya berpikir sebagai istri
terlebih dulu..Chandra pria yang baik..aku harus berbicara padanya dan
meminta maaf”. Sementara Chandra berpikir harus meminta maaf pada
Nandini.
Roopa kembali ke kamar Sunanda sambil menari2 dan
Sunanda bertanya. Roopa pun mengatakan bahwa Chaya akan menjaga rahasia
mereka karena Chaya akan diam untuk selamanya, Sunanda menanyakan apa
maksudnya. Roopa pun berkata bahwa Chaya tidak mau mendengarkannya jadi
Chaya didorongnya di tangga dan chaya sudah tiada. Sunanda terkejut dan
menjadi panik karena jika Chaya masih hidup maka dia akan memberitau
semuanya. Sunanda mengajak Roopa untu pergi melihat.
Chandra dan
Nandini sama2 berjalan di koridor sambil mengingat kebersamaan mereka
selama di Patalgram. Mereka pun kemudian saling tabrak dan sama2 berebut
ingin berbicara terlebih dulu. Chandra pun berkata bahwa mereka akan
mengatakannya bersama2. Mereka lalu sama2 buka mulut dan sama2 mengucap
kata maaf, Nandini lalu menunjukkan suratnya untuk ayahnya agar
melepaskan Bharti. Chandra pun berkata bahwa tidak seharusnya dirinya
bersikap seperti tadi. Nandini lalu berkata kalau dirinya mencemaskan
Bharti, dan Chandra bertanya pada Nandini mengapa dia menjadi cemas,
lalu terdengar teriakan dan pelayan berlari pada Chandra mengatakan
tentang kondisi Chaya.
loading...
Chandra Nandini berlari menghampiri Chaya
yang terbaring di lantai dan bersimbah darah, Chaya segera dibawa ke
kamar, Sunanda dan Roopa mengintai lalu Sunanda menyuruh Roopa kembali
ke kamar.
Di kamarnya, Chaya terus mengigau menyebut nama
Nandini, Moora dan Helena membawa masuk Dadima. Dadima terkejut melihat
kondidsi Chaya dan hampir pingsan tapi Nandini memeganginya, Dadima lalu
menangis mengasihani Chaya. Moora juga menangis melihat Chaya dan
berkata mengapa selalu rasa sakit yang tertulis di takdirnya. Helena
bertanya bagaimana hal ini bisa terjadi, Nandini menjawab bahwa bisa
saja Chaya terpeleset. Malayketu kemudian datang dan pura2 mencemaskan
Chaya.
Sinopsis Tabib mengatakan agar semuanya pergi karena Chaya dan
bayinya dalam kondisi serius, Moora terkejut mendengarnya. Mereka semua
lalu beranjak keluar kamar, Sunanda mengintai dan terkejut melihat
Chaya masih hidup, Sunanda berpikir kalau Chaya memberitaukan yang
sebenarnya maka itu menjadi kabar tidak baik untuknya dan Roopa.
Sunanda
kembali ke kamar dan termenung, Roopa berbicara padanya. Sunanda
mengatakan bahwa Chaya masih hidup dan Chandra akan menghukum mati
dirinya. Roopa terkejut mendengar bahwa Chaya masih hidup. Sunanda lalu
memarahinya dan berkata bahwa mereka harus melarikan diri sekarang tapi
Roopa berkata tidak akan ada yang meninggalkan istana karena dirinya
sudah susah payah untuk mnghabisinya (Chaya). Apama datang dan bertanya
sapa yang sedang mereka bicarakan. Sunanda berpura2 mengatakan jika
sedang membicarakan Nandini karena Padmananda sudah menculik putri
chanakya. Apama lalu berkata abhwa dirnya datang haya untuk memastikan
apakah Roopa masih mendukungnya, Roopa mengiyakan dan Apama lalu
beranjak pergi. Sunanda lau berbicara pada Roopa agar tetap di kamar
sampai dirinya menyuruhnya keluar.
Sinopsis Chandra Nandini Episode 22 Part 2 Tayang Rabu 24 Januari 2018
Di
luar kamar, Nandini dan keluarga yang lain mencemaskan Chaya, tabib
muncul dan Malayketu menanyakan kondisi Chaya, tabib mengatakan tidak
bisa menyelamatkan bayi Chaya dan Chaya juga dalam kondisi yang parah.
Ucapan tabib pun mengejutkan semuanya. Chandra memohon agar tabib
menyelamatkan nyawa Chaya, tabib berjanji akan melakukan yang terbaik
lalu kembali ke kamar. Malayketu mulai menangisi Chaya dan bayinya.
Sinopsis Chandra Nandini Episode 22 Part 2
Dhurdhara di kamar
yang gelap menangis mengetahui bayi Chaya sudah tiada. Dhurdhara
berjanji untuk menjaga bayinya. Sementara itu Chandra ke kamarnya
menangis dan teringat betapa bangganya Chaya memiliki adik sepertinya.
Nandini masuk ke dalam kamar dan memegang bahu Chandra lalu duduk
disampingnya. Nandini menghibur Chandra agar tidak hilang harapan dan
Chandra berbicara bahwa sebagai raja dirinya tidak bisa menyelamatkan
keluarganya sendiri. Chandra berkata bahwa drinya merasa tidak berdaya
dan tidak ingin menjadi raja seperti ini. Nandini memeluknya dan
memintanya agar menangis untuk mengeluarkan rasa sakitnya karena dia
juga manusia biasa sebelum menjadi raja. Chandra juga memeluk Nandini
sambil menangis mengatakan bahwa dirinya tidak ingin kehilangan Chaya
kemudian Chandra meminta Nandini menemani Chaya. Nandini melihat airmata
Chandra di lengannya dan berpikir bahwa airmata ini adalah bukti bahwa
Chandra adalah raja yang memiliki hati dan perasaan juga. Nandini
beranjak pergi dan Chandra berpikir bahwa dirinya menangis hari ini dan
ini menunjukkan bahwa dirnya masih punya hati dan perasaan juga.
by : aRin
loading...