RATU SINOPSIS TV
loading...
Chandra berlatih pedang melawan prajurit2nya dan mengatakan agar mereka maju bersama2 menyerangnya. Chandra mengayunkan pedangnya sembari mengingat Nandini dan kenyataan bahwa Nandini mencintainya, hal itu membuatnya semakin marah dan tak terkendali menyerang prajurit2nya.
Bindusara kembali menangis dan kemudian tertawa saat mendengar suara gelang kaki Nandini yang tertiup angin. Pelayan tertegun melihat Bindusara tertawa dan berkata akan memberitau Mora mengenai hal ini. Dadima dan Moora masuk kedalam dan bermain2 dengan Bindusara, mereka merasa senang melihat Bindusara tertawa. Prajurit masuk memberitau bahwa Chandra marah dan diluar kendali, mereka membutuhkan bantuan Moora. Dadima pun menyuruh Moora pergi.
BACA JUGA DAFTAR SINOPSIS CHANDRA NANDINI ANTV
Chandra masih berlarih dan
menyerang dengan membabi buta karena teringat akan Nandini terus menerus,
Dadima dan Moora kemudian datang membawa Bindusara. Chandra tersadar dan
tersenyum melihat tawa diwajah Bindusara. Chandra lalu menggendongnya dan mengajaknya
bermain2. Chandra menyuruh memberikan koin emas pada prajurit2 yang berlatih
dengannya tadi. Sinopsis
Didalam kamar pun Chandra masih
bermain2 dengan Bindusara, Bindusara lalu tersenyum mendnegar gemerincing suara
gelang kaki Nandini. Chandra berbicara dengan
Bindusara bahwa dia mirip dengan ibunya yang polos, Chandra pun merindukan
Dhurdhara dan berkata pada Bindusara akan menunjukkan gambar ibunya. Lalu
Chandra mengambil lukisan Dhurdhara yang bersama Nandini dan memberitahukan
pada Bindusara bahwa Dhurdhara adalah ibunya. Tangan Chandra lalu menutupi
lukisan wajah Nandini tapi Bindusara menyingkirkan tangan Chandra. Chandra lalu
meletakkan lukisan tersebut.
Sinopsis Chandra Nandini Episode 29 Part 2
Nandini menidurkan bayi Gautami
dan termenung teringat akan Dhurdhara saat mengajaknya membuat lukisan mereka
berdua. Dhurdhara meminta Nandini menjaga bayinya dan Dhurdhara berkata bahwa
ketika anaknya nanti melihat lukisan tersebut maka dia akan tau kalau dia
memiliki dua ibu karena bagi Dhurdhara, Nandini sudah seperti saudaranya
sendiri.
Chandra mengendong Bindusara dan
berdiri di balon, Madhav datang dan Chandra berbicara padanya, “lukisan itu hanya akan berisi gambar
Dhurdhara..buang gambar wanita disebelahnya karena dia sudah menghancurkan
kehidupan putraku”. Madhav tertegun lalu beranjak pergi.
loading...
Kalingga
Nandin masuk ke istana sambil membawa buku2nya lalu sebuah tangan menariknya dan melemparnya, Nandini terkejut melihat Raja Shatnag yang melakukannya. Chandrika pun menegur Shatnag yang bersikap kasar pada perempuan. Shatnag berkata bahwa dirinya sangat mencintainya dan akan membuatnya menjadi ratu di Kalingga. Nandini menjawab bahwa dirinya wanita yang sudah menikah dan Nandini mengancam akan melaporkannya pada kakaknya kalau dia tidak meninggalkannya sendiri lalu Nandini beranjak pergi.
Chandra tengah bermain2 bersama Bindusara, gelang kaki Nandini kembali berbunyi tertiup angin dan Bindusara melihatnya, Chandra lalu mengambil gelang kaki tersebut dan teringat akan Nandini (killas balik saat Nandini meminta Chandra memasang gelang kaki hadiahnya, Chandra berkata bahwa dirinya adalah raja Magadha dan apa yang akan dipikirkan orang2 kalau melihat rajanya memasang gelang kaki. Nandini pun menutup pintu dan menyuruh Chandra memasangkanya. Chandra memasangnya dengan menarik kaki Nandini. Dadima lalu masuk dan Nandini spontan menendang Chandra. Dadima pun tertawa, Chandra mengatakan sesuatu menggoda Nandini, Dadima lalu branjak pergi dan Nandini mengomel pada Chandra), Chandra tersenyum mengingatnya tapi kemudian dia tersadar dan menarik senyumannya. Chandra lalu bergegas menghampiri Bndusara. Bindusara menarik gelang kaki tersebut dan bermain2 dengannya.
Nandini tengah mengajar putri
Raja (Sukanya), pelayan datang dan mengatakan ini saatnya Sukanya berlatih
pedang. Sukanya lalu berlatih dengan gurunya, Nandini memerhatikan gerakan
Sukanya yang salah lalu meminta ijin guru pedang Sukanya untuk memberi contoh.
Nandini bertarung dengan guru pedang Sukanya dan menang, Shatnag yang dari tadi
memperhatikan Nandini pun bertepuk tangan dan mengatakan sangat menyukai
kecantikan dan kepandaiannya. Nandini lalu mengembalikan pedang Sukanya dan
bergegas pergi.
Nandini berjalan keluar dengan
pelayan dan mengobrol dengannya. Pelayan memuji permainan pedang Chandrika dan berkata
bahwa hanya ada satu ratu yang pandai bermain pedang dan dia adalah Nandini.
Nandini melihat Shatnag dan berkata bahwa dirinya mempelajari ilmu pedang untuk
menjaga dirinya dari orang jahat. Pelayan lalu mengatakan bahwa besok akan ada
perayaan holi dan pooja di kuil Siwa untuk merayakan pernikahan adik raja, pelayan menyuruhnya membawa bayinya juga
untuk pooja Dewa Siwa.
loading...
Sinopsis Chandra Nandini Episode 29 Part 2 Tayang Rabu 31 Januari 2018
Di aula, Megasthenes mengatakan bahwa
Raja Kalingga (Naresh) mengundangnya ke pernikahan adiknya, Chandra menolak
untuk datang karena harus pergi berperang. Megasthenes berkata bahwa kalingga
wilayah yang kuat dan berteman baik dengan mereka akan menjadi awal yang bagus.
Tapi Chandra tetap menolak dan menyuruh mengirim hadiah saja. Helena berbisik
pada Apama. Chanakya lalu mengatakan pada Chandra bahwa dia harus pergi demi
Magadha, Dadima mendukung ucapan Chanakya dan Moora juga menyahut agar dia
membawa Bindusara untuk pooja Dewa Siwa karena Bindusara butuh berkat juga dan
perawatan. Dadima berkata kalau saja ibu
Bindusara ada maka dia pasti akan membawa Bindusara ke pooja tersebut. Apama
memberi kode pada Helena, Helena berdiri dan menghampiri Bindusara lalu
menggendongnya dan mengatakan bahwa dirinya juga ibu Bindusara dan Helena
menambahkan akan membawa Bindusara dan Chandra ke Kalingga. Chandra pun
bersedia karena semuanya bersikeras meminta. Helena dan ibunya pun tersenyum.
loading...
Saat mengambil air, Gautami
mendengar cerita Nandini mengenai perbuatan Shatnag dan mengomel. Nandini
mengatakan bahwa dirinya ingin melawan tapi dirinya teringat harus
menyembunyikan identitasnya, Gautamimemintanya tidak berputus asa karena mereka
pasti akan menemukan jalan keluar. Gautami lalu berkata bahwa besok akan ada
perayaan holi, Gautami mengingatkan Nandini akan holi di Magadha (kilas balik
saat Nandini melempari pewarna pada Gautami, Nandini pun berlari menghindari
kejaran Gautami, Padmananda lalu datang dan Nandini mengoleskan pewarna Holi
pada ayahnya, begitu pula sebaliknya), Nandni dan Gautami tertawa2 mengingatnya
tapi Nandiniberkata bahwa itu bagian dari masa lalu dan sekarangNandinimenolak
bermain holi. Gautami memintanya tidak berkata seperti itu karena mungkin saja esok
hari dia akan mendapat jalan baru yang terbuka untuknya. Sinopsis Chandra Nandini